Tiga Misionaris

February 23, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Joke

Tiga orang missionaris masuk pedalaman Kalimantan beberapa puluh tahun lalu, dan mereka ditangkap oleh suku terasing yg menolak injil. Mereka diadili dan
dijatuhkan hukuman mati.

Sang raja ingin memberi mereka kesempatan hidup jika mereka bisa memenangkan game yang diberikan untuk mereka.
Raja memerintahkan mereka masuk hutan dan mencari 10 ex buah-buahan yg sejenis.

“Untuk apa buah itu” tanya misionaris,

“nanti saja saya terangkan dan Jangan coba-2 lari karena hutan itu kawasan mereka” pesan Raja sebelum 3 missionaris itu pergi mencari buah.

Tidak lama kemudian 2 missionaris itu kembali, seorang membawa 10 mangga dan seorang membawa 10 arbei, seorang lagi entah kemana. Raja segera memulai ´game´ dengan 2 missionaris itu.. sangat simple !! Yang pertama silahkan melempari yg kedua dengan mangga yg dimilikinya 10 buah. Jika setiap dilempari mereka bisa diam tak bersuara, mereka selamat.

Lemparan demi lemparan dimulai …hati ingin berteriak “aduh” namun ditahanya … namun lemparan ke 10 dengan mangga yg ranum pas kena jidatnya air sari merembes ke matanya dan dia berteriak …dan dia pun kalah.

Giliran yg punya arbei dilempari dengan arbei …oleh temannya dan krn arbei begitu kecil dengan tenang sang teman diam kuat-2 ketika dilempari Pada lemparan ke 8 mendadak dia ketawa keras keras.. dan dia pun mati dibunuh karena dinyatakan kalah dalam game itu.

Keduanya masuk sorga dan ketika mereka bertemu, bertanyalah sang teman kenapa kamu ketawa kers-2 bukankah arbei yg kulempar tidak membuat kamu sakit ataupun geli ???

Jawab yg satunya”,

Ya .. memang… tetapi saya melihat teman kita yang ke tiga muncul dari hutan bawa DUREN !!! ”
“Bangga lagi !!”

Adu Hebat Korupsi

February 23, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Joke

Suatu hari, diadakan pertemuan koruptor dari seluruh dunia. Mereka saling membanggakan kelebihan mereka dalam korupsi. Berikut percakapan mereka.

Koruptor Negara C : Di negara saya, korupsi dilakukan di bawah meja.
Sebab kalo ketahuan, pasti digantung.
Koruptor Negara N : Di negara saya, korupsi dilakukan di atas meja.
Sebab sudah bukan hal yang aneh lagi.
Koruptor Negara A : Di negara saya, korupsi dilakukan bisa di atas meja atau di bawah meja, tergantung kebijakan politik negara saya.
Koruptor Negara I : Mengapa kalian segitu saja bangga?
Di negara saya, korupsi bukan hanya di atas meja atau di bawah meja, MEJANYA PUN KAMI KORUPSI!!!!

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1Timotius 6:10)

Negara Sehat

February 23, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Joke

Tuan Peterson, seorang Turis dari Toronto, tiba di Israel. Di dalam taksi bandara, Peterson bertanya kepada supirnya.

“Apakah negara ini benar-benar negara yang bisa menyehatkan kita?”

“Oh ya benar,” kata si supir taksi. “Waktu pertama kali saya datang di negara ini, saya tidak bisa berbicara satu patah kata pun. Rambut di kepala saya hanya sedikit. Saya juga tidak punya kekuatan untuk berjalan dengan kakiku sendiri, dan saya harus terus menerus berbaring di tempat tidur.”

“Wow hebat, Anda sudah sehat bugar sekarang!” kata Peterson, “Berapa lama Anda berada di sini?”

“Ohh … saya lahir di sini.”

“Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” (3Yohanes 1:2)

17 Cara Alkitabiah Untuk Mencari Seorang Istri …

February 23, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Joke

1. Cari seorang tawanan perang perempuan yang elok dan cantik, bawalah ke rumahmu, cukur rambutnya, potong kukunya dan berikan pakaian baru padanya, kemudian tunggu selama sebulan, seteleh itu dia ia boleh menjadi istrimu.

Ulangan 21:11-13

2. Cari seorang pelacur kemudian kawinilah dia. Wah… !! :)

Hosea 1:1-3

3. Cari seorang ayah yang memiliki tujuh orang anak cewek. Ciptakan kesan baik dengan memberi minum bagi domba-domba orang itu. Pasti bakalan dapat satu….hehehe :)

Musa dalam Ulangan 2:16-21

4. Beli tanah atau properti dan dapatkan seorang perempuan sebagai bonus jual beli tersebut.

Boaz dalam Ruth 4:5-10

5. Pergilah ke pesta dan bersembunyilah. Bila para wanita keluar untuk berdansa, tangkap salah satu di antaranya, kemudian larikan dia dan jadikanlah dia istrimu…(G)

Suku Benyamin dalam Hakim-hakim 21:19-25

6. Perkenankan Tuhan menciptakan seorang istri bagimu selagi kamu tidur, tapi ingat kamu harus membayarnya dengan sepotong tulang rusukmu…. :)

Adam dalam Kejadian 2:19-24

7. Sepakati perjanjian untuk bekerja selama tujuh tahun untuk mendapatkan seorang wanita yang anda sukai. Biarkan diri anda tertipu dengan mendapatkan wanita yang lain. Kemudian kerja lagi selama tujuh tahun dan kemdian dapatkan wanita idaman anda. Empat belas tahun kerja keras untuk wanita idaman bukanlah apa-apa… ;-)

Yakub dalam Kejadian 29:15-30

8. Potong kulit kathan dari 200 orang musuh calon mertuamu dan dapatkan anaknya sebagai istrimu.

Daud dalam I Samuel 18:27

9. Meskipun tak seorangpun ada di sana, tak usah kuatir, jalan-jalan saja suatu saat pasti anda akan menemukan seorang wanita sebagai istrimu (Ini relatif lho !…)

Kain dalam Kejadian 4:16-17

10. Jadi kaisar di suatu negara yang besar dan selenggarakan kontes kecantikan untuk mencari istri….waouww!!

Ahasyweros dalam Ester 2:3-4

11. Bila anda melihat seseorang yang anda sukai, pulanglah ke rumah dan bilang pada orang tuamu: “Saya telah melihat seorang wanita; sekarang ambilkan dia untukku”. Bila orang tuamu tanya macam-macam, bilang saja sambil cuek begini: “Ambil aja dia untukku, sebab aku suka dia”.

Simson dalam Hakim-hakim 14:1-3

12. Bunuh seorang suami dan ambil istrinya. Tapi siap-siap untuk kehilangan empat anak).
Daud dalam 2 Samuel 11

13. Tunggu sampai kakakmu meninggal. Dan ambillah jandanya. Ini bukan sekedar gagasan bagus, memang ini hukumnya.

Onan dalam Ulangan, Imamat

14. Bila ada saudaramu meninggal, tebus dan ambil jandanya.

Boaz dalam Rut 4:9-10

15. Jangan kurang akal, harus berimprovisasi sedikit. Alihkan kualitas dengan kuantitas…. ;-)

Salomo dalam 1 Raja-raja 11:1-3

16. Seorang istri ? ….. Sori lah yauuwww!! hehehe :)

Paulus dalam I Korintus 7:32-35

17. Cara ´Alkitabiah´ nomor tujuh-belas adalah rahasia …
Kayaknya kita harus nanya ke Budi untuk tahu jawabannya … ;-) hehehe

Chatting dengan Tuhan

February 16, 2009 by raymond_p33  
Filed under Articles

TUHAN : Kamu memanggilKu ?

AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.

AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.

AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak
ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.

AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons (to)Enhance Mental Strength). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah…

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.

AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri,jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU: Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”. Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”.

AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

TUHAN has signed out.

Pertandingan Bisbol

February 16, 2009 by raymond_p33  
Filed under Joke

Tim Tuhan melawan tim setan, tim Tuhan mendapat giliran memukul. Score masih kosong-kosong padahal waktu hampir berakhir. Pertandingan berlangsung ketat.

Pemain yang bernama ‘kasih’ mendapat giliran memukul bola dan berhasil mencapai base pertama, karena ‘kasih’ tak pernah gagal.

Kemudian giliran ‘iman’ yang juga berhasil memukul dan lari ke base pertama, karena iman bekerja bersama-sama kasih.

Setelah itu, giliran ‘hikmat Allah’ dan ia pun berhasil memukul bola dan lari ke base pertama.

Namun ketiganya belum lah kembali ke homebase.

Kemudian Tuhan pun mengatakan kepada pelatih, “keluarkan pemain bintang kita.”

Dan masuklah ‘ anugerah’ ke lapangan untuk memukul bola.

Setan berkata “Tampangnya tak terlihat hebat.” Tim setan meremehkannya.

Maka bola pun di lemparkan, “Buuukkkkkkkkk ! O la la, ‘Anugerah’ memukul bola lebih keras dari pemain-pemain sebelumnya.

‘Anugerah’ memukul bola dengan kerasnya sampai-sampai bola melambung tinggi sekali dan tak terjangkau oleh pemain tim setan … sampai akhirnya … ‘home run’!!!

Tim Tuhan menang.

Kemudian Tuhan bertanya kepada pelatih, sekiranya dia tahu mengapa Iman, hikmat Allah dan kasih dapat mencapai base, namun tidak dapat memenangkan game, dan malah anugerah yang melakukannya.

Si Pelatih menggeleng tidak tahu.

Tuhan pun lalu menjelaskan, “Jika kasihmu, imanmu, dan hikmat Allah yang ada padamu berhasil memenangkan pertandingan, maka kau akan berpikir bahwa itu semua karena hasil usahamu sendiri. Kasih, iman dan hikmat Allah mampu membawamu ke base, tapi tidak mampu membawamu pulang (home run), hanya anugerah-Ku yang mampu melakukannya. Hanya anugerah-Ku yang tidak dapat iblis curi.”

Semoga, anugerah Allah melingkupi hari-harimu. Bless u !

Burung Kolibri Biru

February 16, 2009 by raymond_p33  
Filed under Daily Bread

Pada jaman dahulu hiduplah seorang pemuda. Pemuda tersebut adalah seorang anak periang dan tidak peduli terhadap sekelilingnya. Ia mempunyai sahabat kecil yang istimewa, yaitu seekor burung kolibri biru. Ia tidak mempunyai banyak sahabat karib, namun keduanya merupakan sahabat karib yang tak terpisahkan.

Pemuda itu demikian sayangnya terhadap si kolibri biru sehingga ia membuat rumah-rumahan untuk burung tersebut. Si kolibri birupun menyayangi pemuda sahabatnya tersebut dan selalu terbang mengikuti ke mana saja si pemuda pergi. Sejalan dengan berlalunya waktu, kasih sayang di antara mereka berdua juga semakin bertambah-tambah.

Sampai suatu hari pemuda tersebut bertemu dengan seorang gadis yang cantik di sekolah. Gadis tersebut berambut pirang, bermata biru, dengan senyumnya yang mungil menawan. Saat itu acara pesta dansa terbesar sepanjang tahun sedang akan berlangsung. Si pemuda berpikir keras bagaimana caranya mengajak si gadis untuk menjadi pasangannya di pesta dansa nanti. Sepanjang hari ia mengumpulkan segenap keberaniannya.

Akhirnya, saat sekolah usai, ia menghampiri gadis itu dan mengajaknya ke pesta dansa.Gadis ini adalah seorang gadis yang sangat populer di sekolahnya. Ia merasa tidak enak bila harus terlihat bersama dengan seseorang yang sangat memperhatikannya. Namun, ia tidak mau menyakiti hati pemuda tersebut. Akhirnya si gadis menemukan cara agar ia tidak perlu menjawab dengan kata-kata ‘ya’ atau ‘tidak’ terhadap ajakan si pemuda. Ia berkata kepada si pemuda bahwa ia bersedia diajak ke pesta dansa olehnya jika si pemuda membawakannya setangkai mawar merah.

Hal ini menyakitkan hati si pemuda sebab ia tahu bahwa di daerahnya tidak pernah ada mawar berwarna merah. Yang ada hanya mawar putih saja. Si pemuda menggerutu sepanjang jalan menuju rumahnya. Dia tak habis berpikir mengapa si gadis tidak meminta mawar putih saja. Ada ratusan bunga mawar putih yang terhampar di halaman depan rumahnya.

Ia tidak menyadari sahabatnya si burung kolibri terbang mengikutinya sebab ia sedang menyesali nasibnya. Si kolibri demikian menyayanginya sehingga ia tahu bahwa sahabatnya itu sedang dirundung masalah. Burung tersebut terbang mendekat sementara si pemuda meneruskan gerutunya sepanjang jalan. Jelaslah sudah bagi si kolibri bahwa sahabatnya itu sedang mengalami masalah yang amat serius. Burung itu tidak dapat beristirahat sepanjang malam. Ia memikirkan bagaimana cara menolong sahabatnya tersebut.

Akhirnya, saat fajar menyingsing, si burung mendapatkan cara bagaimana ia dapat menolong si pemuda. Burung kolibri kecil itu terbang ke arah semak-semak mawar seraya mencari mawar putih paling besar yang batang berdurinya terletak tepat di atas bunganya. Setelah menemukannya, ia terbang menabrakkan dirinya yang kecil itu ke arah duri tersebut dengan segenap kekuatan sayapnya. Duri tersebut menusuk tubuhnya sedemikian rupa sehingga kesakitanlah ia. Tetesan darahnya yang bagaikan air mata berwarna merah itu mulai mengucur membasahi kelopak bunga mawar berwarna putih tersebut.

Ketika si pemuda bersiap-siap pergi ke sekolah, dilihatnya setangkai mawar berwarna merah ada di tengah-tengah semak bunga mawar putih. Ia tidak dapat mempercayai matanya. Ia berlari ke arah mawar merah tersebut serta mencabut tangkainya.

Dalam suka citanya ia tidak melihat seonggok tubuh kecil tak bernyawa yang tergeletak di tengah genangan darah di bawah semak-semak.

Dengan gembiranya ia membawa mawar merah itu ke sekolah. Sebelum ia sampai di sekolah, sekumpulan anak muda yang sedang bermain sepak bola di lapangan memanggilnya untuk turut bermain bola dengan mereka. Jawaban pertama yang terlintas di benaknya adalah menolak ajakan tersebut karena ia memiliki pekerjaan yang lebih penting dari hanya sekedar bermain bola.

Namun, anak-anak tersebut terus mendesaknya bermain sebab mereka sangat membutuhkan dirinya agar kedua kesebelasan menjadi genap jumlah pemainnya. Ia melihat ke arah mawar merah, kemudian berpaling ke arah anak-anak itu, lalu kembali menoleh ke arah mawar merah.

Akhirnya ia berkata kepada dirinya sendiri, “Ah!!! Bukankah si gadis toh tidak terlalu suka pergi dengan aku?”

Ia lalu membuang mawar merah tersebut dan berlari ke arah kerumunan anak-anak untuk turut bermain sepak bola.
Anda mungkin sudah menemukan perumpamaan tersebut:
1. Pemuda tersebut ialah gambaran diri kita
2. Burung kolibri menggambarkan Yesus Kristus
3. Gadis menggambarkan kehidupan kekal
4. Mawar merah melambangkan pertobatan
5. Sepak bola melambangkan hal-hal duniawi yang seringkali kita anggap sangap penting dalam kehidupan.
Bagaimana kita menanggapinya?

A Trip To Hell - Kesaksian Philip Mantofa

February 16, 2009 by raymond_p33  
Filed under Articles, Daily Bread, Life Sharing

1 Januari 2000, pukul 5.00 WIB. Saya terbangun dan terkejut. Sekeliling saya gelap dan saya tidak dapat melihat apapun. Saya tidak melihat adanya tanda-tanda kehidupan di tempat itu, kecuali suara-suara teriakan kesakitan yang lamat-lamat terdengar dari kejauhan.

“Bangun! Aku ingin menunjukkan sesuatu yang sangat penting kepadamu.” Saya tahu bahwa itu suara Tuhan Yesus. Saya bangun dan mengikuti-Nya. Ia membawa saya ke padang gurun. Sebuah perjalanan yang panjang dengan suasana mencekam. Saya tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan di sana, kecuali kesunyian yang bercampur kengerian yang tak terkatakan. Sunyi, sangat tandus dan tak ada angin yang berhembus. Tenggorokan saya terasa kering karena panasnya melebihi batas normal. Di sepanjang jalan saya melihat banyak makhluk-makhluk aneh yang tak pernah saya lihat atau jumpai di bumi.

Saya tidak bisa berjalan cepat, tetapi berjalan setapak demi setapak untuk bisa sampai ke sebuah gerbang yang besar sekali sehingga ujungnya tak tampak. Saya tidak tahu pintu itu terbuat dari apa. Pintu gerbang itu tinggi sekali dan menyeramkan. Saya mendongakkan kepala untuk membaca sebuah papan nama. Kalau Tuhan tidak membantu saya, mungkin saya tidak akan pernah bisa membacanya. Tulisan itu tidak menyerupai tulisan dalam bahasa apapun di bumi, bunyinya : Valley of Torture, Lembah Penyiksaan. Saya baru menyadari dimana saya berada saat itu. Ternyata saya berada di neraka! Masih dalam keadaan shock, saya mendengar suara Tuhan di sebelah saya berkata, “Buka pintu itu!”

Saya menghela nafas panjang. Bagaimana mungkin? Akhirnya saya menaati perintah-Nya dan dengan urapan kuasa Tuhan saya menyorongkan tangan saya ke pintu gerbang itu. Cuma dengan menyentuhnya pintu gerbang besar itu terbuka dan berbunyi kkkkkkrriiiieeekkkkkkkkk. Deritnya memekakkan telinga.

Masuk ke dalam kegelapan di balik pintu gerbang besar itu, saya mencium bau busuk yang menyengat hidung. Hawa panas menyerbu saya, disusul bau daging terbakar yang membuat saya mual dan ingin muntah. Mendadak kepala saya pusing karena mengetahui bau daging apa yang sedang terbakar disana, bau daging manusia terpanggang.

Apa yang saya lihat di balik pintu itu sulit sekali saya lupakan. Bahkan setelah semuanya kembali berjalan seperti biasa, ingatan akan tempat terkutuk itu sulit dihapus dari benak saya. Di Lembah Penyiksaan itu saya melihat banyak orang-orang yang mati di luar Tuhan Yesus ditempatkan. Sayangnya saya hanya mampu menceritakan sebagian kecil dari semua yang saya lihat di sana.

Saya tahu ada banyak sekali manusia yang tak terhitung jumlahnya di sana. Karena saya mendengar suara jeritan mereka memenuhi udara, berbarengan dengan kertakan gigi. Jeritan mereka itu memekakkan telinga, sehingga rasa ngeri membungkus sekujur tubuh saya. Teriakan kesakitan mereka itu seolah-olah menghilangkan kekuatan saya untuk tetap melihat semuanya sampai selesai.

Jika urapan-Nya tidak melindungi saya, saya takkan bisa bertahan di sana. “Lord, get me out of here, please. . .” pinta saya kepada Tuhan. Namun Tuhan tidak menanggapi saya.

Belum habis rasa panik saya, tiba-tiba saya melihat kengerian yang lain. Tak jauh dari tempat saya berdiri, saya melihat seorang wanita yang dikerumuni roh-roh jahat. Mereka berbentuk aneh. Roh-roh jahat itu berjalan-jalan mengelilingi wanita itu, sambil memegang senjata tajam yang tak pernah saya lihat di bumi.

Saya melihat wajah wanita itu diliputi ketakutan yang sangat. Saya tahu bahwa ia belum lama mati karena posisinya saat itu sangat dekat dengan gerbang maut di mana saya berada. Saya tidak tahu apa yang membuat ia mati. Yang saya tahu, ia masih muda dan wajahnya cantik. Ketakutan di wajahnya sangat jelas ketika ia memohon belas kasihan mereka. Sayangnya, roh-roh jahat di sekelilingnya tidak menggubris permintaannya. Malahan mereka tertawa-tawa senang melihat ketakutan wanita itu. Mereka mengikat kedua tangan wanita itu ke sebuah balok kayu dan terus mengancam dan mengintimidasinya.

“Ayo, berdusta! Ayo, berdusta!” Semakin ia berteriak ketakutan, semakin keras iblis-iblis itu menyuruhnya berdusta. Ternyata selama hidup di bumi wanita itu sering mendustai suaminya. Ia tidak setia kepada janji dan ikatan pernikahannya. Wanita itu berselingkuh dengan pria lain. Wanita itu tampak pasrah terhadap perintah mereka.

“Ya, ya, aku akan berdusta! Aku akan berdusta!”

Saya kira wanita itu akan dibebaskan karena telah memenuhi permintaan mereka. Ternyata dugaan saya keliru. Salah satu roh jahat itu menyodok wajah perempuan itu dengan senjata yang bentuknya aneh, kemudian menggaruk wajahnya dengan senjata yang sama dengan kasar dan cepat. Kulit wajah wanita itu terkelupas bersamaan dengan teriakan dan jeritan kesakitan wanita malang itu. Darah segar menyembur dari luka di wajahnya, dari luka yang menganga. Teriakan kesakitan terdengar sangat menyayat hati. Wajahnya tampak mengerikan akibat tindakan brutal dari iblis ini. Di saat yang bersamaan saya melihat roh jahat yang lain muncul dari balik kerumunan, menarik lidah wanita ini hingga putus. Jeritan kesakitan melolong-lolong keluar dari mulut tanpa lidah ini.

Saya terpana. Saya kehabisan kata-kata. Jantung saya seperti berhenti sepersekian detik karena sangat kaget. Saya tak menduga sama sekali bahwa wanita tersebut akan diperlakukan sesadistis itu. Saya tidak tahan lagi! Saya berteriak dengan marah. Saya bermaksud ingin menolongnya. Tetapi teriakan saya tenggelam dalam kegelapan dan kengerian. Karena dikuasai rasa takut, suara saya terdengar bagai rintihan. Tetapi mereka tidak dapat mendengar saya.

Belum pulih dari shock saya, tiba-tiba saya melihat lidahnya kembali ada. Seolah-olah tidak terjadi apapun. Cuma darah yang tersisa di wajahnya menandakan adanya perlakuan sadistis atas wanita itu. Iblis yang sama kembali mengulangi kejadian tadi dengan senjatanya. Kembali wanita itu menjerit-jerit kesakitan. Begitu terus berulang-ulang sehingga kengerian menguasai saya sepenuhnya. Pada akhirnya saya tahu bahwa kekekalan di sana berlaku atas tubuh, perasaan dan pikiran manusia. Sekalipun semuanya terjadi di alam supranatural, tetapi jeritan, ekspresi ketakutan, bentuk penyiksaan, kertakan gigi, suara tawa iblis di neraka begitu nyata. Neraka itu lebih nyata dan lebih kekal daripada apa yang ada di bumi ini.

“Ayo, kita bawa wanita ini ke depan, ke lautan api itu!” Seketika itu juga saya diberi hikmat Tuhan tentang perbedaan antara maut, kerajaan maut, dan lautan api. Orang yang mati dalam dosanya akan mengalami maut, karena upah dosa ialah maut. Mereka terpisah selama-lamanya dari hadirat Allah. Di sanalah setan-setan mendirikan kerajaan maut. Mereka menyiksa manusia-manusia yang berada di kerajaan maut. Lautan api adalah hukuman terakhir bagi iblis dan para pengikutnya.

“Tiiiddddaaaakkkkkkkk! Aku tak mau ke sana. Tidak mauuuuu!” Wanita tersebut memohon belas kasihan iblis-iblis itu. Dengan tangan terikat ke belakang, wajah yang hancur dan bersimbah darah, lidah yang putus, ia berlutut menangis memohon belas kasihan para penyiksanya. Sungguh, itu merupakan pemandangan yang sangat sangat sangat menyedihkan, membuat iba, dan sekaligus mengerikan. Bukan iba, bukan belas kasihan, para roh jahat itu malahan bersorak-sorak kegirangan melihat korban di depannya tak berdaya, penuh kemalangan.

“Aku tidak mau ke sana. Tidak mau. Siksa aku saja di sini. Siksa aku saja semau kalian, jangan bawa aku ke sana!” Wanita itu sudah demikian tersiksa, sedemikian menderita, sedemikian kesakitan, masih memilih disiksa di situ saja, dibandingkan dibawa ke lautan api. Saya bisa memahami ketakutannya. Lautan api itu bukan dongeng. Tempat itu nyata. Tempat itu ada di depan matanya. Benar kata Alkitab, “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam penghukuman Allah yang hidup!”

Tak jauh dari tempat wanita itu disiksa, saya melihat seorang pria yang tinggal kerangka, karena dagingnya telah meleleh, digotong kembali ke dekat pintu gerbang. Sebelumnya ia ditempatkan di dekat lautan api. Saya yakin ia telah lama mati. Ia dibawa ke dekat pintu gerbang itu entah untuk ke berapa kalinya, hanya untuk mempermainkan perasaannya. Sementara itu roh-roh jahat yang mengerumuninya berteriak-teriak memberi semangat, “Ayo, onani! Ayo, masturbasi!”

Rupanya, semasa ia hidup ia sering melakukan masturbasi. Ketika saya mendengar roh-roh jahat itu berteriak-teriak, saya dikagetkan dengan munculnya ribuan ulat yang menjalar keluar dari lubang kemaluannya yang sebenarnya tinggal daging meleleh. Ulat-ulat itu keluar juga dari lubang mata, hidung, dan telinganya. Ulat-ulat itu menjilati dagingnya yang meleleh. Saya tidak pernah menjumpai ulat-ulat seperti itu di bumi. Pria itu sangat kesakitan digerogoti dagingnya oleh ulat-ulat ganas itu.

Tak jauh dari tempat saya berdiri, saya melihat seorang pria muda yang sepertinya baru meninggal. Saya tahu kalau ia belum lama meninggal, karena orang-orang yang sudah lama meninggal akan berada di tempat yang sangat jauh dari tempat saya berdiri di dekat gerbang maut itu. Tak berapa lama kemudian beberapa roh jahat datang membawa seorang pria yang lebih tua usianya. Dugaan saya, semasa mereka hidup, mereka adalah ayah dan anak. Roh-roh jahat itu memaksa kedua orang itu ke tengah lingkaran. Mereka memaksa pria yang lebih muda untuk makan bagian belaksan dari kepala pria yang lebih tua. Memakan otak! Mengerikan sekali. Sebelumnya para iblis itu merobek belakang tempurung kepala pria yang lebih tua dengan tangan mereka. Terdengar jerit kesakitan dari pria tua itu. Dan anak muda itu tak punya pilihan lain selain memakan otak dan bagian belakang pria yang adalah ayahnya.

Melihat kejadian yang menjijikkan dan gila itu saya berteriak histeris. Saya marah sekali melihat kejadian itu. Seumur hidup saya tidak pernah melihat dengan mata kepala sendiri perbuatan kanibalisme seperti itu. Sontak saya menjadi pusing dan tubuh saya gemetar. Sekujur tubuh saya jadi lemas karena ngeri. Kalau bukan karena tangan-Nya yang memberi kekuatan, saya tidak akan kuat berdiri.

“Tuhhhaaaaaannnnn! Jangan diam saja! Lakukan sesuatu!” kata saya iba. Tuhan tidak menjawab. Saya merasa putus asa karena saya tak dapat menghalangi perbuatan iblis-iblis itu. “Lord, do something, please. Tuhan, Engkau ‘kan penuh kuasa. Lakukan sesuatu.” Tuhan tetap diam. Saya tidak dapat berbuat apa-apa lagi, selain menaati-Nya. Saya memaksakan diri untuk melihat kembali potongan adegan yang sangat sangat mengerikan itu. Anak muda itu masih sedang memakan bagian belakang tempurung kepala ayahnya yang sangat-sangat kesakitan.

“Cukup, Tuhan! Hentikan! Saya tidak tahan!”
“Tidak! Engkau harus tetap di sini! Tetaplah di dekat-Ku dan jangan bergerak,” kata-Nya dengan lembut. “Jangan membenci,” sambung-Nya. Seketika itu juga saya mengerti bahwa mereka berdua, ayah dan anak itu, saling membenci ketika mereka masih ada di dunia. Mereka tidak mau saling memaafkan sampai kematian menjemput mereka.

Ketika saya menoleh kembali ke arah ayah dan anak itu, terdengar suara satu roh jahat, “Sekarang tiba giliranmu!” Pria yang lebih tua dengan kesakitan yang sangat karena bagian kepalanya tinggal seperempat, menuruti kata-kata iblis itu. Ia sekarang berbalik memakan kepala anaknya sendiri. Wajah anak muda itu tampak tegang menanti giliran disiksa. Ia berdiri mematung dengan ekspresi wajah yang penuh kengerian. Ia menjerit-jerit kesakitan ketika ayahnya sendiri memakan bagian belakang kepalanya. Ya, Tuhan!

“Tuhan, cukup!” Saya tidak tahan lagi melihat semua kengerian itu. Saya menutup mata, tapi pemandangan itu tak dapat pergi. Seketika itu juga saya merasakan Tuhan menarik roh saya, sehingga bisa kembali ke tubuh saya. Saya terbangun dengan nafas terengah-engah. “Celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil!” seru saya setelah pengalaman dibawa Tuhan ke neraka yang sangat sangat sangat mengerikan itu.

Berbulan-bulan setelah itu, trauma saya melihat neraka tidak segera pulih. Ingatan tentang neraka itu tidak dapat saya lupakan sama sekali. Ditambah lagi, sekujur tubuh saya pada sakit. Tulang-tulang saya terasa nyeri, sehingga untuk menggerakkan badan saja terasa sulit. Sekalipun berusaha melupakan perjalanan ke lembah penyiksaan itu, namun saya tak dapat tidur tanpa memikirkannya.

Saya tahu, Tuhan membawa saya ke sana untuk membongkar rahasia pekerjaan iblis yang tak disadari banyak orang. Saya yakin “emergency call” ini datangnya dari Allah, bukan peringatan dari manusia. Tuhan mengembalikan roh saya ke tubuh saya dalam keadaan hidup, karena hanya orang hidup yang dapat berbicara kepada manusia yang hidup. Orang mati, sekalipun telah melihat dan mengalami neraka, tidak dapat berbicara kepada orang hidup.

Keseluruhan pesan ini bukan terletak dan berfokus pada nerakanya. Yang jauh lebih penting, pesan ini mengenai Tuhan Yesus, mengenai keselamatan di dalam Tuhan Yesus. Karena hanya Tuhan Yesus saja yang sanggup menyelamatkan manusia dari penghukuman kekal di neraka. Kisah Para Rasul 4:12 mengatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Yesus Kristus, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Kisah kesaksian Philip Mantofa ini diambil dari buku “A Trip To Hell” ditulis oleh Philip Mantofa bersama Sianne Ribkah.

Pendeta dan Pelayan

February 16, 2009 by raymond_p33  
Filed under Joke

Pada suatu kali pak pendeta keburu pelayanan,tapi gara2 pesawatnya telat mendarat… maka waktunya terbuang…
Tibalah seorang anak muda,menjemput pak pendeta…

Lalu karena waktu yang terlampau mepet,maka ngebutlah si anak muda pelayan Tuhan tersebut..
Pak pendeta menjadi gusar,dan berkata pada si pemuda,”Dek, jangan ngebut-ngebut”

Namun si pemuda menjawab,”Tenang pak pendeta,apakah pak pendeta tidak percaya bahwa malaikat Tuhan beserta kita?”

Akhirnya pak pendeta menjawab,”Nak aku percaya,tapi aku terlebih percaya bahwa para malaikat sudah tertinggal jauh di belakang kita”

The God I Know - City Harvest Church

February 16, 2009 by raymond_p33  
Filed under Music

(verse)
When the stage is bare tonight
There’s no one else
Just You and me
When the curtains close behind
There’s no pretense
I’m on my knees

(pre chorus)
I will lay down my life
For the love sacrifice
You gave to me
It’s all because of You
All because of You

(chorus)
The God I know
Righteous and Holy
The God I know
Faithful and true
The God I know
My tower of refuge
Hearts are healed
Christ revealed

The God I know
Light of the City
The God I know
Strengthens the weak
The God I know
Your heart beats within me
As You are, so are we

(bridge)
This is my cry
My one desire
More of You
More of You

(last chorus)
The church He knows
Righteous and Holy
The church He knows
Is faithful and true
The church He knows
A tower of refuge
Hearts are healed
Christ revealed

The church He knows
Light of this city
The church He knows
Strengthens the weak
The church He knows
Is strong and mighty
As He is, so are we

Next Page »