Mark Zuckerberg: Milyader Termuda Di Era Informasi

February 7, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Life Sharing

Pemilik Facebook Mark Zuckerberg belumlah berusia 25 tahun, tetapi ia telah membuktikan bahwa Anda tidak memerlukan bertahun-tahun pengalaman kerja untuk menjadi milyuner termuda dari hasil keringat sendiri dan bukan warisan. Read more

Tips Jitu Dapatkan Perut Indah

February 2, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Other

Perut indah tak bisa didapatkan begitu saja. Semua harus ada usahanya. Beberapa tip jitu ini mungkin bisa membantu Anda. Yuk simak!

1. Perut indah tak bisa didapat hanya denga melatih bagian perut saja. Seluruh tubuh harus bergerak terlebih dahulu untuk membakar kalori yang ada. Jadi mulai belatih secara menyeluruh sekaran!

2. Dibanding ke gym dan mencoba semua alatnya, lebih baik lakukan cara yang menyenangkan. Seperti main lompat tali, berlari sambil menikmati pemandangan, atau loncat-loncat ambil bercanda dengan anak-anak Anda. Badan sehat dan indah, namun Anda tetap bahagia.

3. Berlatih dengan pasangan akan membuat Anda semakin bersemangat. Apalagi ketika pasangan Anda adalah adalah personal trainer-nya.

4. Olahraga saja tidak cukup. Mulailah memilah-milah makanan Anda. Kurangi makanan cepat saji yang mengandung banyak lemak. Mulailah menyantap makanan yang alami dan sehat.

5. Olahraga tak harus dengan pergi ke gym. Hiking, bersepeda bahkan cuci mata di mal juga bisa Anda jadikan olahraga lho!

6. Jangan pernah menyepelekan waktu tidur. Waktu tidur yang kurang akan membuat metabolisme tubuh berjalan kacau. Hasilnya, bentuk tubuh berantakan.

7. Jangan pernah melewatkan waktu sarapan. Hal itu hanya akan membuat Anda merasa kelaparan di siang hari dan makan lebih banyak. Pilih menu sarapan yang sehat dan kaya serat. Misalnya sereal atau roti gandum.

8. Perkuat komitmen. Selalu disiplin dengan jadwal olahraga dan menu sehat yang telah Anda susun.

9. Jangan membiasakan minum minuman berenergi. Air putih jauh lebih sehat dan akan menyelamatkan Anda dari dehidrasi.

Selamat mencoba!

Kupu-Kupu Atau Lebah

February 2, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Articles

“Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya.” (Ulangan 17:19)

Apakah Anda belajar Alkitab seperti kupu-kupu ataukah lebah?

Kupu-kupu beterbangan kesana kemari sambil hinggap di bunga-bunga. Menghisap hanya bagian atas dan puas hanya mendapatkan bagian atasnya saja. Manusia menikmati permainan lincah yang diperagakannya.

Tetapi di bagian lain ada seekor lebah yang tidak beranjak dari dalam sekuntum bunga?

Apa yang dikerjakannya? Tidur? Tidak!

Dengan tenang dan meyakinkan ia makan sampai ke dalam sari bunga itu. Dan tidak berhenti sampai ia puas mendapatkan apa yang diinginkannya.

Suatu saat musim dingin tiba, kupu-kupu itu mati dalam kelaparan, tetapi si lebah tetap bertahan hidup sebab makanan yang masih tersedia di dalam dirinya.

Anda menjadi Kristen yang bertipe kupu-kupu ataukah lebah?

Apakah Anda puas hanya sekilas membaca Alkitab?

Perhatikan kupu-kupu yang cuma sekilas menghisap makanannya. Ketika musim dingin datang, maka matilah dia. Anda tidak bisa menjadi orang Kristen yang tangguh kalau hanya sekilas saja memberikan makanan rohani kepada roh Anda. Manusia rohani Anda akan kurus dan kering. Jadi tidak heran bila nafsu Anda yang perkasa akan dengan mudah “membanting” manusia rohani Anda, sehingga setiap hari Anda taat kepada keinginan nafsu Anda.

Sebaliknya bila Anda memberikan makanan seperti lebah yang menggali sampai dalam sampai ia menemukan banyak makanan yang bergizi, maka Anda akan menjadi manusia rohani Anda tangguh. Bila godaan datang, karena manusia rohani Anda kuat, maka dengan mudah ia mengalahkannya.

Alkitab bukan sekedar buku wajib yang dibawa manakala kita ke gereja.

Alkitab adalah makanan rohani Anda.

Tuhan bahkan memberikan perintah agar kita membaca dan merenungkannya sampai seumur hidup!

Kalau saya bertanya kepada Anda, apakah Anda pernah merasa bosan makan sampai tiga kali sehari bahkan lebih?

Pernah? Tidak bukan?

Lalu mengapa kita harus bosan makan makanan rohani?

Mengapa pula kita harus bosan membaca Alkitab?

Semakin Anda makan terus, maka Anda akan mendapatkan berkat yang luar biasa dari Allah.

Kunci sukses Yosua merebut tanah Kanaan adalah melakukan firman Tuhan seperti dalam Yos, 1:8.

Yosua membaca dan merenungkan firman Tuhan itu siang dan malam. Hasilnya, dia berhasil masuk tanah Kanaan setelah menghalau musuh-musuhnya.

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Cara Pandang Terhadap Beban

February 2, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Articles

Bukan berat beban yang membuat kita stres, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut. Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stres, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut Anda kira-kira segelas air ini?”

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.
“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin Anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” Lanjut Covey. “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak Anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya…!! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Pilihan Atau Kesempatan

February 2, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Articles

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat. Itulah kesempatan.

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik. Itu bukan pilihan, itu kesempatan.

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, itupun adalah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya. Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi. Itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu

Dan tetap memilih untuk mencintainya, itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah pilihan yang harus kita lakukan.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk
belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Kisah Besi Dan Air

February 2, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Articles

Ada dua benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombong kepada sahabatnya : “Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak” Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.

Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana . Aturannya : “Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang” Besi dan air pun mulai berlomba : Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi karena kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.

Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.

Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini. Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di dasar gua. Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.

Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir santai dan karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat didasar gua. Score air dan besi 2 : 0

Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air : “Score kita 2 : 0, aku akan mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !”

Airpun segera menggenang sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintangan ini,tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Ia terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya kesebarang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan. Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0.

Jadikanlah hidupmu seperti air. Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras. Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri. Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia. Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa. Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap (Inilah Mujizat)

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Belajar Berkata Cukup

February 2, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Articles

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”.

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.

Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.

Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup? Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti
berusaha dan berkarya.

“Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata “Cukup”

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

12 Cara Jadi Anak Emas

February 2, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Other

Sikap bos biasa-biasa saja, nyaris cuek atau malah dia tidak mengetahui keberadaan Anda? Anda perlu merebut perhatian atasan agar kerja nyaman, karier pun lancar. Tigabelas cara berikut bisa dicoba agar si bos menengok ke arah Anda.

1. Be The First, Be Fast

Selama ini Anda menjadi orang yang on time menyelesaikan tugas? Itu sih biasa. Mulai hari ini, serahkan tugas sebelum deadline. Jika pekerjaan Anda selalu datang on time bersamaan dengan yang lain, besar kemungkinan atasan akan memandang Anda sebagai anak buah yang nilainya rata-rata. Biasa saja.
Sebaliknya, jika pekerjaan Anda kontinyu datang lebih awal, atasan pasti akan notice pada Anda. Meski begitu, kualitas pekerjaan juga perlu diperhatikan. Jangan sampai terjadi pekerjaan datang duluan, tapi perlu direvisi beberapa kali, Itu sih saja juga bohong.

2. Pekerjaan Ekstra

Jangan sungkan mengajukan diri menjadi volunteer untuk pekerjaan-pekerjaan di luar job desc. Mintalah pada atasan untuk mengikutsertakan Anda untuk proyek-proyek lain, meski mungkin pekerjaan tersebut tidak terlalu menantang. Setidaknya, atasan akan melihat Anda sebagai orang-orang yang bisa diandalkan dan tidak pilih-pilih pekerjaan. Jika suatu waktu ia membutuhkan orang untuk proyek penting, secara otomatis nama Andalah yang terekam dalam ingatannya. “Oh, yang kemarin membantu saya membuat maket itu ya?”

3. Back-up Plan

Jangan fokus pada penyelesaian tugas saja, tapi buat juga rencana cadangan bila ada masalah yang muncul. Biasakan membuat rencana A,B, dan C. Sehingga, ketika masalah timbul mendadak dan orang sibuk memikirkan jalan keluarnya. Anda telah mampu memberikan alternatif solusi. Ingat lho, kesempatan selalu datang pada mereka yang telah siap menerimanya. Dan setiap pekerja yang selalu siap untuk kondisi apapun, akan selalu mendapat perhatian.

4. Beredar

Atasan tidak bisa memberi perhatian jika mereka tidak melihat Anda. So, pastikan Anda tidak luput dari pandangan mereka. Keluarlah dari meja Anda. Pergilah di mana orang akan melihat Anda. Show up dong. Jangan selalu duduk di belakang punggung orang lain. Ambillah kursi di depan saat rapat dan berbicaralah minimal tiga kali. Pada jam istirahat, coba hang out ke tempat-tempat dimana para petinggi kantor biasa nongkrong. Sapalah mereka dengan senyum terbaik Anda. Jika mereka bertanya, sebutkan nama dan divisi Anda.

5. Punya Prinsip

Orang yang punya prinsip selalu menarik perhatian. Jangan mudah terbawa arus oleh pergulatan politik kantor. Do the right thing every time! Cepat atau lambat, reputasi atas integritas Anda akan membawa hasil yang menguntungkan. Anda akan dikenal sebagai orang yang punya integritas. Biar bagaimanapun, mereka yang punya etika dan moral yang baik tidak akan pernah out of style.

6. Cheer Up

Jadilah ‘miss chearleader’ di kantor. Tidak peduli pekerjaan yang diberikan itu menyenangkan atau tidak, tunjukkan ekspresi yang menunjukkan Anda menikmatinya. Di saat orang lain mungkin cemberut, Anda justru menerimanya dengan wajah ceria. Semangat Anda ini tidak hanya akan membuat Anda yang termotivasi dan lebih produktif, tapi juga rekan-rekan lain. Jika ini terjadi, tentu saja akan mengundang perhatian atasan. Ia akan tahu siapa orang yang menularkan semangat itu pada orang di kantor.

7. Be Assertive

Mengikuti perintah atasan memang baik, tapi kalau sampai Anda dijuluki “Yes person” kayaknya enggak asyik juga ya. Sesekali berbeda pendapat dengan atasan, tidak akan membuat Anda dimutasi kok. Kalau Anda tidak setuju dengan pendapat atasan, katakan saja terus terang. Ungkapkan pendapat dari sudut pandang Anda. Kemukakan apa yang Anda yakini benar. Jangan cepat mundur ketika Anda melhat si bos menunjukkan sikap menolak.
Menjadi asertif tidak lantas Anda menjadi keras kepala dan tidak mau menerima pendapat orang lain. Ini hanya soal bagaimana Anda mengutarakan opini Anda dengan penuh percaya diri dan membuat orang tertarik dengan pendapat Anda. Setidaknya meski ditolak, mereka mendengarkan dengan penuh perhatian.

8. Jual Diri.

Jangan berharap ada orang lain yang sukarela menjadi pi-ar Anda. Semuanya tergantung prestasi Anda dan cara mempromosikan diri. Ini tidak berarti Anda membual kesana kemari. Anda hanya perlu mencari orang yang tepat untuk mempromosikan kesuksesan Anda, dengan harapan orang tersebut yang akan menyampaikannya pada atasan. Sekarang ini bukan zamannya lagi menyimpan rapat-rapat rahasia kesuksesan Anda.

9. Optimis

Orang biasanya malas mendekati mereka yang kerap mengeluh dan bicaranya yang suram-suram saja: tentang perusahaan yang bakal pailit, isu PHK, wah pusing deh. Bukan apa-apa, Anda jadi ikutan terbawa depresi. Sebaliknya, mereka akan mendekati pemimpin atau rekan yang bisa menenangkan, dengan menunjukkan sikap positif tentang pekerjaan dan masa depan mereka. Meski situasi perusahaan sedang menurun, orang-orang yang berpikir positif dan optimis terhadap situasi apapun biasanya tidak akan dilupakan atasan.

10. Be The Best

Anda tidak perlu menjadi juara di semua bidang. Cukup menjadi hebat dalam satu hal. Temukan sesuatu yang Anda dapat lakukan lebih baik dibanding orang lain dan klaim-lah itu sebagai kelebihan Anda. Mungkin Anda lemah dalam hal ketelitian, tapi otak Anda encer dalam mencari dan mengolah ide, kenapa Anda tidak asah kreativitas tersebut? Atasan pasti akan mencari Anda. Sekali Anda menancapkan reputasi itu dan terus-menerus dipelihara, atasan tidak akan pernah mengabaikan Anda lagi.

11. Bawa Solusi

“Aduh, saya paling bete kalau anak buah datang pada saya dengan membawa masalah dan mengharapkan saya mencari solusinya,” kata Rina, manajer marketing di sebuah perusahaan farmasi. Wajar jika para atasan bete dengan kejadian ini, urusan mereka saja sudah banyak.
So, sebelum Anda datang pada atasan dengan persoalan, sempatkan berpikir sekitar 10 menit untuk mencair solusi yang masuk akal dari masalah tersebut. Anda bisa mengatakan persoalannya seperti apa, dan berilah masukan beberapa cara untuk menyelesaikannya. Ini akan membuat atasan melihat Anda sebagai pembawa solusi, bukan masalah.

12. Berani Tampil

Ambil bagian di dalam kegiatan-kegiatan informal seperti gathering, perayaan ulang tahun perusahaan, dan sebagainya. Ikut dalam barisan kepanitiaan atau sekalian saja menjadi pengisi acaranya. Praktekkan dong apa yang sudah dipelajari di kursus vocal. Meski mungkin hanya tampil di ajang kantor, tapi ini kesempatan yang bagus membuat atasan mengenal Anda. Setidaknya ia tahu Anda mempunyai bakat lain di luar pekerjaan formal.

Sumber : Jawaban.com

« Previous Page