Seorang Ekstremis Menjadi Misionaris Menyebarkan Damai Kristus

April 3, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Life Sharing

Hicham Chehab adalah seorang misionaris yang berbeda. Berasal dari Libanon yang terlahir sebagai Muslim, ia berangkulan dengan saudara prianya sepanjang perang sipil Libanon antara warga Kristiani dan Muslim.

Saudara prianya dibunuh oleh Kristiani dan ia sendiri masih ada guratan luka akibat serangan oleh warga Kristiani. Lain dari hal tersebut, ia mengatakan bahwa pengajaran-pengajaran Yesus memimpin dirinya kepada hidup untuk menyebarkan damai Injil.

Sepanjang perang sipil, ia bergabung dengan militant Muslim bersama dengan saudara prianya, yang berperan sebagai kapten hingga ia terbunuh.

Ia belajar bagaimana menggunakan peluncur-peluncur roket, mortar, dan bedil dan diajarkan, “Jika kamu ingin menembak dengan tepat, bayangkan ada orang Kristen di pandanganmu,” menurut Daily Herald Chicago. Dalam peperangan, ia berperang sebagai penembak jitu.

Selagi ia menimba ilmu di American University di Beirut, saudaranya terbunuh oleh militan Kristiani selagi ia mencoba untuk bernegosiasi gencatan senjata. Setelah kematian saudaranya itu, Chehab membawa dua pistol dan sebuah peredam ke kampus dengan tujuan untuk membunuh orang-orang Kristiani.

Tetapi selama ia belajar ia mendapatkan pengajaran-pengajaran Yesus yang memberi dampak kepadanya, terutama Khotbah di Bukit yang berkata “cintailah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Chehab mengatakan, “Saya yang sedang mencari-cari musuh saya dengan sebuah senjata dan peredam di malam hari mendengar untuk pertama kalinya, “kasihilah musuhmu.” Saya merasa ini adalah manusia super atau kebodohan. Musuh saya adalah orang-orang yang membunuh abang saya satu-satunya, satu-satunya keluarga saya, bahu yang menjadi sandaran saya untuk menangis.”

Semenjak datang kepada Yesus ia menjadi seorang misionaris di Gereja Salem (yang artinya “Damai” dalam bahasa Arab dan Persia), Peace Lutheran Church di Lombard. Gereja Arab Lutheran, yang telah melayani selama setahun, melayani para pengungsi dan imigran dari Iran, Irak, Libanon, Sudan, dan Palestina.

Chehab mengatakan itu disebut Gereja “Damai” karena satu-satunya Pangeran Kedamaian, Yesus Kristus, yang bisa membawa rekonsiliasi di Timur Tengah. Chehab mengatakan bahwa ia berkomitmen untuk membawa damai antara Kristiani dan Muslim di Libanon.

Indahnya Persahabatan

April 3, 2009 by Frengky Warsito  
Filed under Articles

Ada seorang pria yang terlihat begitu bingung melihat hilir mudik penduduk di suatu kota. Pria tersebut berada di dalam sebuah mobil dan sambil terus melihat kesana kemari seperti sedang mencari seseorang.

Tiba-tiba dari kejauhan dia seperti melihat seseorang yang dikenalnya. Orang yang telah lama dicarinya selama ini. Pria ini lalu membuka pintu mobilnya dan berjalan mengarah kepada orang tersebut. Dengan langkah kaki yang teratur, dia mulai berjalan dan mengatur langkahnya. Hingga sampailah pria ini berpas-pasan dengan orang tersebut dan mulai tersenyum.

Awal mulanya, orang ini bingung mengapa pria ini tersenyum kepadanya. Dengan nada yang sopan, dia menanyakan pria ini tentang siapa dan mengapa tersenyum kepadanya. Tanpa menunggu lama, pria ini mengenalkan diri dan mengatakan bahwa dia adalah teman sepermainannya ketika masih di kota tersebut.

Ketika pria ini mengatakan bahwa dia adalah temannya, orang tersebut langsung tertawa dan memeluk pria ini. Orang tersebut mengajak pria ini datang ke rumahnya dan pria ini pun mengiyakannya.

Pria ini mengajak orang tersebut ke mobil yang diparkirnya dan pergi ke rumah orang tersebut dengan kendaraan yang dibawanya sekarang ini. Orang tersebut tanpa sungkan menerima ajakan pria ini. Sesampainya di rumah, kedua pria ini saling berbicara santai.

Saat pembicaraan sedang berlangsung, pria ini terdiam dan mulai menundukkan kepalanya. Sahabatnya ini mulai kebingungan dan memperhatikan tingkah laku pria tersebut. Pria ini lalu membicarakan peristiwa masa lalu antara dia dan orang tersebut. Pria ini meminta maaf karena kesalahan yang telah diperbuatnya di masa lalu kepada orang tersebut. Orang tersebut kaget karena pengakuan pria, tetapi tidak lama dia lalu tersenyum.

Melihat reaksi dari orang tersebut, pria ini menjadi bingung. Orang tersebut lalu tertawa dan mengatakan bahwa dia sudah tidak mengingat kembali peristiwa yang lalu. Bahkan sebelum pria ini mengatakan kepadanya, orang tersebut sudah memaafkan dan melupakan masalah tersebut. Pria ini lalu mengulurkan tangannya sebagai tanda jabatan tangan kepada orang tersebut dan orang tersebut pun menerima tangan pria ini. Mereka pun akhirnya berpelukan sebagai tanda bahwa masalah masa lalu tersebut sudah selesai.

Dalam sebuah proses hubungan antara Anda dan sahabat Anda terkadang terjadi kesalahan di antara keduanya. Namun, janganlah membuat ikatan persahabatan menjadi putus karena kesalahan di dalam suatu hubunganlah yang akan menjadikan persahabatan Anda menjadi indah.

« Previous Page