Hadiah Terbaik
June 30, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Articles
Suatu pagi, seorang anak kecil mendatangi ayahnya yang sedang bertani di sawah. Dengan wajah yang riang, anak ini berteriak memanggil ayahnya yang sedang bekerja mencangkul di sawah.
Tahu anaknya memanggil, ayahnya ini langsung memberhentikan kegiatannya sebentar. Ayahnya melihat kedatangan anak tersebut dengan penuh tanda tanya. Anaknya tidak pernah datang ke sawah apabila ada sesuatu yang penting untuk disampaikan kepadanya.
Sang anak ini pun akhirnya sudah berdiri di depan ayahnya. Ayahnya pun bertanya mengenai maksud kedatangan anaknya tersebut.
“Ada apa nak sampai kamu datang kemari?” tanya sang ayah.
“Aku ingin menunjukkan sesuatu sama ayah” jawab anaknya
“Apa?” tanya kembali sang ayah dengan wajah yang penuh kebingungan
“Aku membawa hadiah untuk ayah dari lomba yang kumenangi” ujar sang anak dengan wajahnya yang berseri.
Melihat perbuatan dan ketulusan dari anaknya, sang ayah ini pun tak kuasa meneteskan air mata dan segera memeluk anaknya sebagai tanda kasih dan sayang.
Sering kali dalam hubungan manusia dengan Allah, yang manusia nantikan adalah berkat apa yang ingin dicurahkan atau hikmat apa yang akan diberikan-Nya hari ini untuk menjalani kehidupan. Allah dijadikan seperti ayah yang memberikan segala sesuatu apa yang kita inginkan. Padahal, bukanlah itu yang diinginkan Allah.
DIA menginginkan kita mengenal-Nya, seperti yang ditunjukkan-Nya kepada kita. DIA ingin segala keberadaan hidup kita adalah menyembah dan memuliakan DIA. Karena bagi-Nya, hidup kita lah hadiah terbaik yang DIA terima dari manusia. Karena itu, jadikanlah hidup Anda sebagai hadiah terbaik bagi Allah.
Yang Kelihatan Belum Tentu Benar
May 31, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Articles
Pada suatu waktu, Tuhan mengutus dua malaikat ke bumi (1 malaikat senior dan 1 malaikat junior). Malaikat junior ditugaskan mendampingi malaikat senior untuk belajar menjadi malaikat yang baik. Pada hari pertama, mereka datang ke rumah seorang yang kaya tetapi kejam dan pelit. Mereka memohon untuk bermalam di rumah orang kaya tersebut. Orang kaya yang kejam tersebut memeras habis tenaga mereka, sebelum mengizinkan mereka bermalam. Pada malam hari mereka diizinkan untuk tidur di gudang bawah tanah yang sangat lembab, gelap dan kotor. Di gudang tersebut terdapat tembok yang retak dan semennya terkelupas. Sebelum tidur malaikat junior melihat seniornya menggunakan kesaktian yang dia miliki untuk memperbaiki tembok yang retak itu, sehingga tembok tersebut tertutup rapi seperti tembok baru. Setelah itu, keduanya tidur dan keesokan harinya mereka pamit meneruskan perjalanan..
Pada hari kedua mereka datang ke rumah pasangan petani miskin, denga rumah yang sangat sederhana. Suami-isteri petani ini merupakan pasangan yang sangat miskin dan satu-satunya kekayaan mereka hanyalah seekor sapi. Kedua malaikat ini meminta izin kepada si petani untuk bermalam. Pasangan petani ini sangat baik dan ramah, mereka memberikan kamar tidur mereka kepada dua malaikat itu untuk bermalam, sedangkan pasangan petani tersebut tidur di dapur. Pada keesokan harinya, malaikat junior terbangun oleh suara isak tangis dari pasangan petani miskin ini. Ia menghampiri dan melihat bahwa pasangan petani ini sedang menangisi sapinya yang telah mati. Sapi yang merupakan satu-satunya milik berharga dari pasangan petani ini. Setelah hari beranjak siang, kedua malaikat tersebut pamit untuk meneruskan perjalanan.
Dalam perjalanan, malaikat junior terlihat kecewa dan marah. Ia memprotes tindakan malaikat senior tersebut. “Mengapa tembok ruang bawah tanah orang kaya yang kejam dan pelit tersebut engkau perbaiki? Tetapi, mengapa engkau malah membiarkan sapi petani itu mati? Bukankah engkau tahu bahwa petani tersebut sangat baik dan sapi itu adalah kekayaan satu-satunya darinya?” Malaikat senior itu tersenyum dan menjawab, “Apa yang engkau lihat tidak sama dengan apa yang terjadi sebenarnya. Tembok rumah orang kaya yang kejam tersebut aku perbaiki karena aku melihat ada emas permata yang sangat banyak di belakang retakan tembok tersebut. Dengan menutup dan memperbaiki retakan itu, orang kaya yang kejam tersebut tidak akan pernah menemukan emas permata itu seumur hidupnya. Sedangkan untuk petani miskin tersebut, pada malam hari kita bermalam, malaikat maut datang untuk mengambil nyawa isterinya. Aku mencegah dan membujuk malaikat maut itu untuk mengambil nyawa sapi petani sebagai ganti nyawa isteri petani itu.”
Dalam kehidupan kita, mungkin kita sering mengalami bahwa apa yang kita lihat berbeda dengan apa yang terjadi sebenarnya. Kita harus selalu mengucap syukur dan percaya bahwa Tuhan selalu menyertai kita dan rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera dan sukacita. Pandanglah segala sesuatu dengan mata iman.
Come Holy Spirit - City Harvest
April 21, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Music
Come holy spirit fall on me now
I need your anointing
Come in your power
I love you holy spirit
You’re captivating my soul
And every day i grow to love you more
I’m reaching for your heart
You hold my life in your hand
Drawing me closer to you
I feel your power renew
Nothing compares to this place
Where i can see you face to face
I worship you in spirit and in truth
The God I Know - City Harvest
April 21, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Music
When the stage is bare tonight
There’s no one else, Just You and me
When the curtains close behind
There’s no pretence, I’m on my knees
I will lay down my life
for this love sacrfice
You gave to me
It’s all because of You
All because of you
The God I know
Righteous and Holy
The God I know
Is faithful and true
The God I know
My tower of refuge
Hearts are healed, Christ revealed
The God I know
The light of city
The God I know
strengthens the weak
The God I know
Your heart beats within me
As You are, so are we
I Love to Love You Lord
April 21, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Music
I Love to Love You Lord
I love to praise Your name3x
Jesus
I love to love You Lord
I love to seek Your face 3x
Jesus
I love to love You Lord
With all my heart I worship You
With all my soul I worship You
With all my mind I worship You my Lord
I love to love You Lord - by Lifetree
Pertandingan Iman
April 16, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Articles
Pada Olimpiade Meksiko 1968, Mamo Wolde dari Ethiopia memenangkan medali emas dalam cabang lari maraton. Ia mencatat waktu 2 jam 20 menit 27 detik. Namun, yang menjadi “bintang” justru John Stephen Akhwari dari Tanzania. Ia masuk finis sebagai pelari terakhir, 1,5 jam setelah Wolde. Ketika Akhwari masuk lapangan, medali sudah diserahkan, penonton sudah sepi. Ia berjalan tertatih-tatih dengan kaki penuh darah dan balutan. Ia sempat jatuh beberapa kali sebelum akhirnya menjejakkan kaki di garis finis. Penonton yang masih ada pun bersorak.
Kepada Bud Greenspan, seorang sutradara film yang mewawancarainya, Akhwari berkata, “Saya dikirim ke sini bukan hanya untuk memulai perlombaan, tetapi juga untuk menyelesaikannya.” Akhwari memang pelari terakhir di lomba tersebut. Namun, ia dicatat sebagai pelari yang menyelesaikan pertandingan hingga akhir, tidak undur atau menyerah kalah di tengah jalan.
Hidup kita seumpama pertandingan iman. Kita tengah berlari menuju garis finis (baca: kematian). Ada saat kita merasa lelah dan letih—bisa karena beban hidup yang berat, sakit penyakit yang berkepanjangan, atau juga karena kegagalan dan kepahitan yang terus mendera. Dalam keadaan demikian, janganlah kita menyerah atau undur. Teruslah “berlari” dengan iman kita. Seperti Akhwari yang terus berlari sampai garis finis, walaupun kakinya terluka dan berdarah-darah. Sehingga, kelak sebagaimana Paulus, kita juga bisa berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” ( 2 Tim 4 : 7 )
APABILA KELAK KITA TIBA DI GARIS ”FINIS”, APAKAH KITA KELUAR SEBAGAI PEMENANG ATAU PECUNDANG DALAM IMAN?
Murah Hati
April 16, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Articles
Apa artinya “murah hati”? Suka memberi? Belum tentu. Seorang pebisnis suka memberi parsel kepada para pejabat bukan karena ia murah hati, melainkan untuk menyogok. Seseorang memberi uang pada pengamen jalanan bukan karena murah hati, melainkan untuk mengusirnya! Suka memberi tidak menjamin seseorang murah hati. Kemurahan hati adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain. Berusaha memahami pikiran dan perasaan orang lain, sehingga muncul rasa simpati yang mendorongnya bertindak demi kepentingan orang itu.
Dalam Lukas 6, Tuhan Yesus memberi perintah yang sangat sulit dilakukan. Para murid diminta berbuat baik kepada musuh; memberkati orang yang mengutukinya; membiarkan orang menampar pipinya dan mengambil miliknya. Jadi, bukan hanya tidak membalas, melainkan berbuat baik pada orang yang berbuat jahat pada kita! Semua ini bisa dilakukan hanya jika kita punya kemurahan hati seperti Bapa di sorga. Bapa menunjukkan kebaikan pada orang jahat (ayat 35). Mengirim hujan dan udara segar juga pada mereka yang tak tahu berterimakasih. Dia bertindak bukan karena kebaikan mereka, melainkan karena sadar mereka membutuhkan semua itu. Itulah kemurahan hati.
Sudahkah Anda bermurah hati pada orang yang menjengkelkan? Mudahkah Anda memaklumi dan mengampuni orang yang bersalah kepada Anda? Apakah Anda suka memberi perhatian dan bantuan kepada orang asing? Jika Anda menjawab “tidak”, mintalah Roh Kudus memimpin. Sebab kemurahan hati adalah buah Roh (Galatia 5:22)—hasil dari kehidupan yang menaati pimpinan Roh Kudus
ORANG YANG MURAH HATI AKAN TETAP MEMBERI BANTUAN SAAT MUSIBAH MENIMPA MUSUH BEBUYUTAN
Fokus kepada Kristus
April 16, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Articles
Paulus punya segudang alasan untuk mengeluh, kecewa, bahkan marah kepada Tuhan. Betapa tidak, ia adalah tokoh muda masyarakat Yahudi pada zamannya. Masa depan karier politiknya sangat cerah. Namun ia tinggalkan semua itu untuk mengikut Kristus dan mengabarkan Injil. Akan tetapi apa yang ia dapatkan? Bukan hidup nyaman dan enak, malah rupa-rupa tekanan dan tantangan; bukan karpet merah nan empuk, malah jalanan terjal penuh onak duri.
Dalam salah satu suratnya ia menulis, ”Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.” (1 Korintus 11:24-26). Bahkan doanya pun—ketika memohon kesembuhan dari sakit—sampai tiga kali, tidak Tuhan kabulkan (2 Korintus 12:9).
Akan tetapi Paulus tidak undur dari imannya. Ia tidak surut dari pelayanannya. Ia tetap teguh dan gigih memberitakan Injil. Mengapa Paulus bisa demikian? Karena ia memfokuskan diri hanya kepada Kristus; bukan kepada sikap dan perlakuan orang lain terhadapnya, juga bukan kepada kejadian-kejadian yang dialaminya (ayat 10). Adakah iman dan komitmen pelayanan kita tengah goyah karena rupa-rupa kekecewaan? Seperti Paulus, fokuskan diri pada Kristus saja
APA YANG MENJADI FOKUS IMAN DAN PELAYANAN KITA ITU AKAN MENENTUKAN KEGIGIHAN DAN KETEGUHAN KITA
Kucing Pintar Pulang Rumah
April 16, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Joke
Budi pada dasarnya tidak menyukai kucing. Ia semakin benci kepada kucing ketika istrinya memelihara seekor kucing. Budi merasa istrinya jadi lebih perhatian kepada kucingnya daripada dirinya.
Suatu hari, Budi memutuskan untuk membuang kucing tersebut secara diam-diam. Ketika istrinya sedang mandi, ia pamit pergi keluar sebentar dan dibawanya si kucing. Setelah Budi mengendarai mobil sekitar 10 km dari rumah, ia pun membuang kucing tersebut. Anehnya, ketika ia sampai di rumah, si kucing sudah ada di sana. Budi heran campur berang.
Sore harinya ia pergi lagi. Kali ini si kucing dibuangnya lebih jauh lagi. Namun tetap saja, sesampainya di rumah, kucing istrinya tersebut telah berada di sana. Budi berusaha membuangnya lebih jauh lagi, lebih jauh lagi, tapi tetap saja si kucing kembali ke rumah mendahului dirinya.
Suatu hari, ia tidak saja membawa si kucing pergi jauh, tapi juga berputar-putar dulu. Budi belok kanan, belok kiri, belok kanan, belok kanan lagi, berputar-putar sebelum akhirnya membuang kucing yang dibawanya. Beberapa jam kemudian, ia menelepon istrinya. “Tik, kucingmu ada di rumah?” tanya Budi. “Ada, kenapa? Tumben nanya si Manis segala,” jawab istrinya agak heran. “Panggil dia Tik, aku mau tanya jalan pulang. Aku tersesat …!”
“Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan.” (Ayub 12:7)
Narkoba
April 16, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Joke
Karena peredaran narkoba di dunia sudah begitu menghawatirkan maka suatu hari di surga Yesus memanggil murid - muridnya berkumpul, dan mengutus mereka untuk turun ke dunia mengambil contoh - contoh narkoba untuk diteliti, setelah sekian lama ditunggu lalu terdengar pintu diketuk
tok tok tok
Yesus : sapa disitu ?
lukas : lukas !
lalu pintu dibuka dan masuklah lukas dgn membawa contoh mariyuana
sesaat kemudian pintu kembali diketuk
Yesus : sapa disitu ?
petrus : petrus !
lalu pintu dibuka dan masuklah petrus dgn membawa contoh ganja dari Indonesia
sesaat kemudian pintu kembali diketuk
Yesus : sapa disitu ?
yudas : yudas !
lalu pintu dibuka dan
polisi : “polisi, angkat tangan kalian dan menghadap ke dinding !”

