Aku Meminta, Tuhan Menjawab
April 16, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Articles
Aku meminta kepada Tuhan untk menyingkirkan penderitaanku. Tuhan menjawab tidak. Itu bukan untuk Ku singkirkan, tetapi agar engkau mengalahkanya.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku kesabaran. Tuhan menjawab tidak. Kesabaran adalah hasil dari kesulitan, itu tidak di hadiahkan, itu di pelajari.
Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku kebahagiaan. Tuhan menjawab tidak. Aku memberimu berkat. Kebahagiaan adalah tergantung padamu.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menjauhkan penderitaan. Tuhan menjawab tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat kepadaKu.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan Rohku. Tuhan menjawab tidak. Kau harus menumbukannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah.
Aku meminta kepada Tuhan segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup. Tuhan menjawab tidak. Aku akan memberimu hidup sehingga kau dapat menikmati segala hal.
Aku meminta kepada Tuhan membantuku mengasihi orang lain seperti Ia mengasihiku. Tuhan menjawab, ah anak-KU akhirnya kau mengerti.
Baskin-Robbins: Duo Pendiri Kerajaan Es Krim
April 3, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Life Sharing
Meskipun Ben & Jerry mungkin terkenal karena menciptakan es krim-es krim terkenal dengan nama-nama seperti Cherry Garcia, Wavy Gravy, dan Chunky Monkey, mereka bukanlah yang pertama membangun sebuah bisnis menyedok suguhan beku eksotis. Tanda kehormatan tersebut menjadi milik duo lain yang juga terkenal, Burt dan Irv - lebih dikenal sebagai Baskin dan Robbins. Ide visioner mereka dengan menawarkan rasa es krim berbeda setiap harinya di setiap bulan, bersama dengan sistem waralaba mereka yang unik, memberikan kelahiran kepada industri es krim modern dan memaku jalan untuk pembuat es krim superpremium yang akan datang seperti Ben & Jerry’s dan Haagen-Dazs.
Read more
Seorang Ekstremis Menjadi Misionaris Menyebarkan Damai Kristus
April 3, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Life Sharing
Hicham Chehab adalah seorang misionaris yang berbeda. Berasal dari Libanon yang terlahir sebagai Muslim, ia berangkulan dengan saudara prianya sepanjang perang sipil Libanon antara warga Kristiani dan Muslim.
Saudara prianya dibunuh oleh Kristiani dan ia sendiri masih ada guratan luka akibat serangan oleh warga Kristiani. Lain dari hal tersebut, ia mengatakan bahwa pengajaran-pengajaran Yesus memimpin dirinya kepada hidup untuk menyebarkan damai Injil.
Sepanjang perang sipil, ia bergabung dengan militant Muslim bersama dengan saudara prianya, yang berperan sebagai kapten hingga ia terbunuh.
Ia belajar bagaimana menggunakan peluncur-peluncur roket, mortar, dan bedil dan diajarkan, “Jika kamu ingin menembak dengan tepat, bayangkan ada orang Kristen di pandanganmu,” menurut Daily Herald Chicago. Dalam peperangan, ia berperang sebagai penembak jitu.
Selagi ia menimba ilmu di American University di Beirut, saudaranya terbunuh oleh militan Kristiani selagi ia mencoba untuk bernegosiasi gencatan senjata. Setelah kematian saudaranya itu, Chehab membawa dua pistol dan sebuah peredam ke kampus dengan tujuan untuk membunuh orang-orang Kristiani.
Tetapi selama ia belajar ia mendapatkan pengajaran-pengajaran Yesus yang memberi dampak kepadanya, terutama Khotbah di Bukit yang berkata “cintailah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
Chehab mengatakan, “Saya yang sedang mencari-cari musuh saya dengan sebuah senjata dan peredam di malam hari mendengar untuk pertama kalinya, “kasihilah musuhmu.” Saya merasa ini adalah manusia super atau kebodohan. Musuh saya adalah orang-orang yang membunuh abang saya satu-satunya, satu-satunya keluarga saya, bahu yang menjadi sandaran saya untuk menangis.”
Semenjak datang kepada Yesus ia menjadi seorang misionaris di Gereja Salem (yang artinya “Damai” dalam bahasa Arab dan Persia), Peace Lutheran Church di Lombard. Gereja Arab Lutheran, yang telah melayani selama setahun, melayani para pengungsi dan imigran dari Iran, Irak, Libanon, Sudan, dan Palestina.
Chehab mengatakan itu disebut Gereja “Damai” karena satu-satunya Pangeran Kedamaian, Yesus Kristus, yang bisa membawa rekonsiliasi di Timur Tengah. Chehab mengatakan bahwa ia berkomitmen untuk membawa damai antara Kristiani dan Muslim di Libanon.
Indahnya Persahabatan
April 3, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Articles
Ada seorang pria yang terlihat begitu bingung melihat hilir mudik penduduk di suatu kota. Pria tersebut berada di dalam sebuah mobil dan sambil terus melihat kesana kemari seperti sedang mencari seseorang.
Tiba-tiba dari kejauhan dia seperti melihat seseorang yang dikenalnya. Orang yang telah lama dicarinya selama ini. Pria ini lalu membuka pintu mobilnya dan berjalan mengarah kepada orang tersebut. Dengan langkah kaki yang teratur, dia mulai berjalan dan mengatur langkahnya. Hingga sampailah pria ini berpas-pasan dengan orang tersebut dan mulai tersenyum.
Awal mulanya, orang ini bingung mengapa pria ini tersenyum kepadanya. Dengan nada yang sopan, dia menanyakan pria ini tentang siapa dan mengapa tersenyum kepadanya. Tanpa menunggu lama, pria ini mengenalkan diri dan mengatakan bahwa dia adalah teman sepermainannya ketika masih di kota tersebut.
Ketika pria ini mengatakan bahwa dia adalah temannya, orang tersebut langsung tertawa dan memeluk pria ini. Orang tersebut mengajak pria ini datang ke rumahnya dan pria ini pun mengiyakannya.
Pria ini mengajak orang tersebut ke mobil yang diparkirnya dan pergi ke rumah orang tersebut dengan kendaraan yang dibawanya sekarang ini. Orang tersebut tanpa sungkan menerima ajakan pria ini. Sesampainya di rumah, kedua pria ini saling berbicara santai.
Saat pembicaraan sedang berlangsung, pria ini terdiam dan mulai menundukkan kepalanya. Sahabatnya ini mulai kebingungan dan memperhatikan tingkah laku pria tersebut. Pria ini lalu membicarakan peristiwa masa lalu antara dia dan orang tersebut. Pria ini meminta maaf karena kesalahan yang telah diperbuatnya di masa lalu kepada orang tersebut. Orang tersebut kaget karena pengakuan pria, tetapi tidak lama dia lalu tersenyum.
Melihat reaksi dari orang tersebut, pria ini menjadi bingung. Orang tersebut lalu tertawa dan mengatakan bahwa dia sudah tidak mengingat kembali peristiwa yang lalu. Bahkan sebelum pria ini mengatakan kepadanya, orang tersebut sudah memaafkan dan melupakan masalah tersebut. Pria ini lalu mengulurkan tangannya sebagai tanda jabatan tangan kepada orang tersebut dan orang tersebut pun menerima tangan pria ini. Mereka pun akhirnya berpelukan sebagai tanda bahwa masalah masa lalu tersebut sudah selesai.
Dalam sebuah proses hubungan antara Anda dan sahabat Anda terkadang terjadi kesalahan di antara keduanya. Namun, janganlah membuat ikatan persahabatan menjadi putus karena kesalahan di dalam suatu hubunganlah yang akan menjadikan persahabatan Anda menjadi indah.
Nokia Revival di Finlandia
March 17, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Articles
Ketika orang mendengar Finlandia, kota kecil asal muasal Nokia, pasti langsung terlintas satu kata - ponsel. Ya, Nokia adalah perusahaan raksasa terbesar yang memproduksi ponsel di seluruh dunia, tapi di kalangan relijius Finlandia, Nokia menjadi sesuatu yang membawa pengaruh yang sangat penting bagi apa yang terjadi di negara ini. Mereka menyebutnya “Kebangunan Rohani Nokia”.
Pada hari Minggu tertentu, masyarakat Finlandia mengadakan kebaktian kebangunan rohani dan kesembuhan Ilahi di seluruh penjuru negeri. Kebangunan rohani ini telah dimulai lebih dari 18 tahun yang lalu ketika Pastor Markuu Koivisto mengalami mukjizat. Melalui doa-doa yang dipanjatkannya, Pastor Markuu sembuh dari kanker dan mendapatkan panggilan yang baru dari Tuhan, membagikan kisah hidupnya dan menuntun orang-orang Finlandia untuk datang pada Kristus.
Kesaksian Pastor Markuu menginspirasi dan menggerakkan seluruh penjuru negeri.
“Orang-orang datang dari seluruh Finlandia karena mereka telah mengalami kesembuhan dan mengalami hadirat Tuhan,” ujar Pastor Markuu.
Kebangunan rohani yang luar biasa itu dimulai dari gereja yang digembalakannya, Nokia Missio. Saat ini gereja tersebut telah didirikan di lima kota terbesar di Finlandia.
“Kami merasa bahwa Tuhan telah memanggil kami untuk berdoa bagi orang Finlandia dan tujuan utama kami hanyalah meminta mereka untuk menerima Kristus,” paparnya.
Nokia Missio telah membantu lebih dari 15.000 orang untuk mengambil keputusan menerima Kristus. Tentu saja angka ini terbilang cukup besar mengingat jumlah populasi Finlandia hanya 5 juta penduduk.
Gereja ini juga menyebar keluar dari Finlandia dan mendirikan Sekolah Kristen di Albania dan India. Rumah pemulihan juga telah dibuka di Israel, disediakan bagi mereka yang kecanduan narkoba. Pastur Markuu berencana untuk menyebarkan berita Injil lebih jauh lagi.
“Kami memiliki rencana untuk pergi ke Estonia,” ujarnya. “Kemudian kami berencana pergi ke Swedia dan juga Amerika Utara.”
Tak heran mereka menjadi besar karena hati Tuhan nyata di dalam pelayanan ini. Gereja ini menjalankan sepenuhnya apa yang menjadi amanat Agung dari Tuhan Yesus, pergi dan menjadikan segala bangsa murid Kristus.
Jika Tuhan beserta kita, siapakah yang dapat melawan kita? Tak ada satu kuasa pun yang sanggup menghalangi berita Injil tersebar di seluruh dunia jika kita anak-anak-Nya menjalankan panggilan-Nya.
Hati Menentukan Sikap
March 17, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Articles, Daily Bread
Di antara mahasiswa di suatu perguruan tinggi terkenal, ada seorang pemuda yang selalu memakai kruk. Ia adalah seorang yang sederhana, berbakat, ramah, dan optimis.
Ia menerima banyak penghargaan akademis dan mendapatkan penghormatan dari teman-teman sekelasnya. Suatu hari, seorang teman sekelasnya menanyakan penyebab cacatnya.
“Kelumpuhan pada masa bayi,” jawabnya singkat.
“Coba beri tahu saya,” kata temannya, “dengan keadaan yang tidak menguntungkan seperti ini, bagaimana kamu bisa menghadapi dunia dengan begitu percaya diri?”
“Oh, penyakit ini tidak pernah menyentuh hati saya,” jawabnya sambil tersenyum.
Orang yang sukses sebenarnya dibentuk dari kebiasaan melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh orang yang gagal.
Coklat Panas
March 17, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Articles, Daily Bread
Pada saat Anda merasa bahwa Anda tidak dapat melakukan apa-apa. Lihatlah sekeliling Anda dan sadarilah setiap pilihan. Lalu lakukanlah. Pakailah semua hal yang sudah Tuhan berikan. Jadilah manusia yang kreatif. Pada akhirnya Anda pasti akan berhasil dan buktikanlah bahwa mereka yang menganggap Anda tidak dapat melakukan apa-apa adalah salah.
Hidup seperti coklat panas. Harta, keuangan, posisi dalam masyarakat adalah sebuah gelas. Itu hanyalah alat untuk menampung kehidupan Anda.
Gelas yang Anda pakai, tidak dapat mengubah kualitas hidup Anda. Terkadang Anda hanya fokus pada gelas saja dan Anda tidak dapat menikmati coklat panas yang sudah Tuhan sediakan untuk Anda.
Tuhan menyediakan coklat panas dan Ia tidak memilih berdasarkan gelas yang digunakan. Orang yang berbahagia bukan berarti memiliki segala sesuatu. Mereka membuat yang terbaik dalam hidup mereka. Menjadi orang baik, hidup harmonis, mengasihi dan memperhatikan. Dan biarkan Tuhan yang mengerjakan bagian-Nya.
Ingatlah selalu! Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dan dimana ada kemauan disitu ada jalan.
Berlari Sampai Finish
March 4, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Articles
Seorang pelari marathon dalam suatu perlombaan terus berlari melewati rute yang telah ditentukan panitia lomba. Dia tidak akan berhenti, walaupun hanya untuk mencoba untuk minum sejenak, melepaskan dahaga. Ribuan meter perjalanan yang harus ditempuh, tetapi dia tidak pernah mengeluh sedikit pun. Dia sadar bahwa ini adalah perlombaan yang dimenangi agar dapat menjadi juara.
Dukungan dari orang-orang yang melihat, mungkin pada satu waktu memberikan dia semangat, akan tetapi pada saat dia melewati daerah yang tidak berpenghuni yang menjadi penyemangat agar dia terus berlari adalah dirinya sendiri. Seorang pelari marathon tidak boleh lengah sedikit pun atau dia akan tertinggal dari lawan-lawannya.
Seorang pelari marathon mengetahui dimana dia harus menghentikan langkah larinya. Bukan pada saat dia meninggalkan lawan-lawannya di belakang dengan jarak yang cukup jauh atau pada saat dia malah dia telah tertinggal dari lawan-lawannya, melainkan pada saat dia telah mencapai garis finish. Garis finish adalah tanda bahwa seorang pelari telah menyelesaikan pertandingan dengan baik. Ada perasaan bahagia pada saat seorang pelari telah memasuki garis finish, lebih daripada hanya mendapat medali dan hadiah uang.
Seringkali dalam kehidupan kita di dalam Tuhan, kita seperti pelari marathon yang sedang berlari dalam sebuah perlombaan tersebut. Terus berlari untuk mencapai garis finish di depan sana, akan tetapi dari kita merasa bahwa lomba ini telah selesai karena sudah tidak sanggup lagi menjalaninya. Ini adalah sebuah keputusan yang harus diambil, apakah ingin menyelesaikan pertandingan dengan baik atau menyerah di tengah perjalanan? Orang yang menyelesaikan pertandingan kehidupannya dengan baik akan mendapat hadiah yakni mahkota dari Tuhan Yesus, sedangkan orang yang menyerah di tengah perjalanan tidak akan memperoleh apa-apa, bahkan hidupnya menderita di neraka.
Kasih Karunia
March 4, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Articles
Longfellow bisa mengambil selembar kertas, menuliskan puisi, dan membuatnya berharga 60.000 dolar. Itulah bakat.
Rockefeller bisa menandatangani sepucuk surat dan membuatnya berharga berjuta-juta dolar. Itulah modal.
Paman Sam bisa mengambil sekeping logam dan memberi stempel rajawali padanya dan membuatnya berharga 40 dolar. Itulah uang.
Seorang tukang bisa mengambil barang seharga 5 dolar dan kemudian membuatnya menjadi sesuatu seharga 50 dolar. Itulah keterampilan.
Seorang pedagang bisa membeli sesuatu barang seharga 80 sen, kemudian meletakkannya di tokonya, dan menjualnya seharga 1 dolar. Itulah bisnis.
Tuhan bisa mengambil suatu kehidupan yang tidak berharga, penuh dosa, kemudian membersihkannya, dan memberikan Roh Kudus ke dalamnya dan menjadikannya berkat bagi orang lain. Itulah kasih karunia.
Khotbah Pertama Kali
March 4, 2009 by Frengky Warsito
Filed under Joke
Seorang pemuda berdiri di atas mimbar untuk membawakan khotbah pertamanya. Ia sangat gugup sampai-sampai ia hampir tidak dapat berbicara. Namun, ia telah menulis khotbah bagus yang panjang, jadi ia terus membacanya.
“Yang keras!” teriak seorang pria yang duduk di bagian belakang. “Kami tidak bisa mendengarmu di sini!”
Pemuda itu mencoba untuk berbicara lebih keras, namun sesaat kemudian pria itu berteriak lagi, “Kami tidak bisa mendengarmu!”
Pemuda itu mencoba berbicara lebih keras lagi, namun ia menjadi semakin ketakutan. Akhirnya, pria yang ada duduk di bagian belakang itu berdiri dan berteriak lagi, “Kami tidak bisa mendengar apa yang kau katakan!”
Jemaat lain yang ada di duduk di bagian depan berdiri dan menghadap ke belakang, lalu berkata, “Apa sih yang kamu keluhkan? Duduk saja dan bersyukurlah, sudah untung bisa duduk di belakang dan nggak dengar khotbahnya. Atau kita tukar tempat duduk saja?!”
“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12)

