Pertandingan Bisbol
February 16, 2009 by raymond_p33
Filed under Joke
Tim Tuhan melawan tim setan, tim Tuhan mendapat giliran memukul. Score masih kosong-kosong padahal waktu hampir berakhir. Pertandingan berlangsung ketat.
Pemain yang bernama ‘kasih’ mendapat giliran memukul bola dan berhasil mencapai base pertama, karena ‘kasih’ tak pernah gagal.
Kemudian giliran ‘iman’ yang juga berhasil memukul dan lari ke base pertama, karena iman bekerja bersama-sama kasih.
Setelah itu, giliran ‘hikmat Allah’ dan ia pun berhasil memukul bola dan lari ke base pertama.
Namun ketiganya belum lah kembali ke homebase.
Kemudian Tuhan pun mengatakan kepada pelatih, “keluarkan pemain bintang kita.”
Dan masuklah ‘ anugerah’ ke lapangan untuk memukul bola.
Setan berkata “Tampangnya tak terlihat hebat.” Tim setan meremehkannya.
Maka bola pun di lemparkan, “Buuukkkkkkkkk ! O la la, ‘Anugerah’ memukul bola lebih keras dari pemain-pemain sebelumnya.
‘Anugerah’ memukul bola dengan kerasnya sampai-sampai bola melambung tinggi sekali dan tak terjangkau oleh pemain tim setan … sampai akhirnya … ‘home run’!!!
Tim Tuhan menang.
Kemudian Tuhan bertanya kepada pelatih, sekiranya dia tahu mengapa Iman, hikmat Allah dan kasih dapat mencapai base, namun tidak dapat memenangkan game, dan malah anugerah yang melakukannya.
Si Pelatih menggeleng tidak tahu.
Tuhan pun lalu menjelaskan, “Jika kasihmu, imanmu, dan hikmat Allah yang ada padamu berhasil memenangkan pertandingan, maka kau akan berpikir bahwa itu semua karena hasil usahamu sendiri. Kasih, iman dan hikmat Allah mampu membawamu ke base, tapi tidak mampu membawamu pulang (home run), hanya anugerah-Ku yang mampu melakukannya. Hanya anugerah-Ku yang tidak dapat iblis curi.”
Semoga, anugerah Allah melingkupi hari-harimu. Bless u !
Burung Kolibri Biru
February 16, 2009 by raymond_p33
Filed under Daily Bread
Pada jaman dahulu hiduplah seorang pemuda. Pemuda tersebut adalah seorang anak periang dan tidak peduli terhadap sekelilingnya. Ia mempunyai sahabat kecil yang istimewa, yaitu seekor burung kolibri biru. Ia tidak mempunyai banyak sahabat karib, namun keduanya merupakan sahabat karib yang tak terpisahkan.
Pemuda itu demikian sayangnya terhadap si kolibri biru sehingga ia membuat rumah-rumahan untuk burung tersebut. Si kolibri birupun menyayangi pemuda sahabatnya tersebut dan selalu terbang mengikuti ke mana saja si pemuda pergi. Sejalan dengan berlalunya waktu, kasih sayang di antara mereka berdua juga semakin bertambah-tambah.
Sampai suatu hari pemuda tersebut bertemu dengan seorang gadis yang cantik di sekolah. Gadis tersebut berambut pirang, bermata biru, dengan senyumnya yang mungil menawan. Saat itu acara pesta dansa terbesar sepanjang tahun sedang akan berlangsung. Si pemuda berpikir keras bagaimana caranya mengajak si gadis untuk menjadi pasangannya di pesta dansa nanti. Sepanjang hari ia mengumpulkan segenap keberaniannya.
Akhirnya, saat sekolah usai, ia menghampiri gadis itu dan mengajaknya ke pesta dansa.Gadis ini adalah seorang gadis yang sangat populer di sekolahnya. Ia merasa tidak enak bila harus terlihat bersama dengan seseorang yang sangat memperhatikannya. Namun, ia tidak mau menyakiti hati pemuda tersebut. Akhirnya si gadis menemukan cara agar ia tidak perlu menjawab dengan kata-kata ‘ya’ atau ‘tidak’ terhadap ajakan si pemuda. Ia berkata kepada si pemuda bahwa ia bersedia diajak ke pesta dansa olehnya jika si pemuda membawakannya setangkai mawar merah.
Hal ini menyakitkan hati si pemuda sebab ia tahu bahwa di daerahnya tidak pernah ada mawar berwarna merah. Yang ada hanya mawar putih saja. Si pemuda menggerutu sepanjang jalan menuju rumahnya. Dia tak habis berpikir mengapa si gadis tidak meminta mawar putih saja. Ada ratusan bunga mawar putih yang terhampar di halaman depan rumahnya.
Ia tidak menyadari sahabatnya si burung kolibri terbang mengikutinya sebab ia sedang menyesali nasibnya. Si kolibri demikian menyayanginya sehingga ia tahu bahwa sahabatnya itu sedang dirundung masalah. Burung tersebut terbang mendekat sementara si pemuda meneruskan gerutunya sepanjang jalan. Jelaslah sudah bagi si kolibri bahwa sahabatnya itu sedang mengalami masalah yang amat serius. Burung itu tidak dapat beristirahat sepanjang malam. Ia memikirkan bagaimana cara menolong sahabatnya tersebut.
Akhirnya, saat fajar menyingsing, si burung mendapatkan cara bagaimana ia dapat menolong si pemuda. Burung kolibri kecil itu terbang ke arah semak-semak mawar seraya mencari mawar putih paling besar yang batang berdurinya terletak tepat di atas bunganya. Setelah menemukannya, ia terbang menabrakkan dirinya yang kecil itu ke arah duri tersebut dengan segenap kekuatan sayapnya. Duri tersebut menusuk tubuhnya sedemikian rupa sehingga kesakitanlah ia. Tetesan darahnya yang bagaikan air mata berwarna merah itu mulai mengucur membasahi kelopak bunga mawar berwarna putih tersebut.
Ketika si pemuda bersiap-siap pergi ke sekolah, dilihatnya setangkai mawar berwarna merah ada di tengah-tengah semak bunga mawar putih. Ia tidak dapat mempercayai matanya. Ia berlari ke arah mawar merah tersebut serta mencabut tangkainya.
Dalam suka citanya ia tidak melihat seonggok tubuh kecil tak bernyawa yang tergeletak di tengah genangan darah di bawah semak-semak.
Dengan gembiranya ia membawa mawar merah itu ke sekolah. Sebelum ia sampai di sekolah, sekumpulan anak muda yang sedang bermain sepak bola di lapangan memanggilnya untuk turut bermain bola dengan mereka. Jawaban pertama yang terlintas di benaknya adalah menolak ajakan tersebut karena ia memiliki pekerjaan yang lebih penting dari hanya sekedar bermain bola.
Namun, anak-anak tersebut terus mendesaknya bermain sebab mereka sangat membutuhkan dirinya agar kedua kesebelasan menjadi genap jumlah pemainnya. Ia melihat ke arah mawar merah, kemudian berpaling ke arah anak-anak itu, lalu kembali menoleh ke arah mawar merah.
Akhirnya ia berkata kepada dirinya sendiri, “Ah!!! Bukankah si gadis toh tidak terlalu suka pergi dengan aku?”
Ia lalu membuang mawar merah tersebut dan berlari ke arah kerumunan anak-anak untuk turut bermain sepak bola.
Anda mungkin sudah menemukan perumpamaan tersebut:
1. Pemuda tersebut ialah gambaran diri kita
2. Burung kolibri menggambarkan Yesus Kristus
3. Gadis menggambarkan kehidupan kekal
4. Mawar merah melambangkan pertobatan
5. Sepak bola melambangkan hal-hal duniawi yang seringkali kita anggap sangap penting dalam kehidupan.
Bagaimana kita menanggapinya?

